Facebook Twitter Gplus E-mail RSS
Home Archive for category "Kesehatan"
formats

Waspadai Bahaya MSG pada Ibu Hamil…

Waspadai bahaya MSG pada kehamilan..!!

Bahaya MSG untuk kesehatan

Bahan penyedap rasa atau biasa dikenal dengan MSG (monosodium glutamat)
adalah zat penambah rasa pada makanan yang dibuat dari hasil fermentasi zat tepung dan tetes dari gula beet atau gula tebu. Ketika MSG ditambahkan pada makanan, dia memberikan fungsi yang sama seperti Glutamate yaitu memberikan rasa sedap pada makanan. MSG sendiri terdiri dari air, sodium dan Glutamate.
MSG dibagi menjadi dua jenis, yakni alami dan buatan. MSG yang alami sehat untuk dikonsumsi. Sedangkan yang buatan, dan justru banyak beredar, sangat berpotensi mendatangkan gangguan kesehatan. Jika digunakan secara berlebihan, MSG mempunyai efek negatif terhadap tubuh. mengkonsumsi MSG sebanyak 12 gram per hari dapat menimbulkan gangguan lambung, gangguan tidur dan mual-mual. Bahkan beberapa orang ada yang mengalami reaksi alergi berupa gatal, mual dan panas. bukan hanya itu saja MSG juga dapat memicu hipertensi, asma, kanker serta diabetes, kelumpuhan serta penurunan kecerdasan. (wah menakutkan juga ya)

dampak berbahaya lain dari MSG yang tersebut di atas adalah dapat menyebabkan dari penyakit Fibromyalgia. penyakit Fibromyalgia adalah kumpulan rasa nyeri pada hampir seluruh tubuh. Tempat nyeri yang dirasakan banyak sekali dan bisa sampai 18 titik nyeri.

lalu apakah boleh ibu hamil mengkonsumsi MSG??

Seperti dikutip dari Babycenter, Senin (21/12/2009) penelitian menunjukkan MSG dalam jumlah kecil tidak bisa menembus plasenta, sehingga tidak mempengaruhi perkembangan anak yang dikandungnya. Karenanya ibu hamil boleh-boleh saja mengonsumsi MSG dalam makanan asalkan kadarnya tidak berlebihan.

Salah satu kandungan yang harus diperhatikan dalam MSG adalah kadar natriumnya. Meskipun natrium yang terkandung lebih rendah dari natrium yang terdapat pada garam, tapi tetap saja bisa membuat seseorang dehidrasi. Ini disebabkan oleh sifat natrium yang dapat menarik kandungan air dalam tubuh.

Badan pengawas obat dan makanan Amerika Serikat (FDA) telah melakukan pengujian terhadap MSG selama bertahun-tahun hingga akhirnya dikategorikan sebagai bahan yang aman.

Namun, FDA tetap memberikan peringatan bagi siapapun agar memperhatikan kandungan MSG dari tiap makanan yang dikonsumsi tanpa memperhatikan apakah orang tersebut hamil atau tidak.

Karena pada beberapa orang yang sangat sensitif terhadap bahan penyedap bisa memicu timbulnya sakit kepala, mual, muntah, pusing hingga gangguan tidur. Jika seseorang sudah mengetahui bahwa dirinya sangat sensitif terhadap MSG sebelum hamil, sebaiknya menghindari bahan tersebut selama kehamilan.

Meskipun tidak ada bukti pada manusia bahwa MSG berbahaya bagi perkembangan janin, tapi sebaiknya ibu hamil berlaku bijak dalam mengonsumsinya.

Karena MSG dalam porsi besar bisa saja menimbulkan bahaya bagi janin yang dikandung atau ibu hamil tersebut, terutama jika si ibu orangnya sangat sensitif.

JADI ..alangkah baiknya ibu hamil lebih selektif lagi dalam memilih makanan untuk dikonsumsi, setiap asupan makanan harus mengandung gizi yang seimbang dan mencukupi untuk ibu dan janin nya,

sumber:http://duniahebat.blogdetik.com

 
formats

Bahaya MSG Terutama Untuk Anak-anak

BAHAYA MSG TERUTAMA untuk ANAK-ANAK.

Kenapa hampir semua orang menyukai makanan yang memakai MSG ?
Pasti jawabannya karena MSG membuat enak makanan.. makin gurih… uenak lah POKOKE hehehe. Ok deh mari kita jabarin …MSG adalah garam dari L-asam glutamat (GLU) yang merupakan asam amino pembentuk protein yang sangat penting bagi makhluk hidup. Senyawa ini banyak terdapat secara alami di hampir seluruh tubuh makhluk hidup dan makanan seperti keju, susu, daging, serta beberapa sayuran.

Tubuh manusia dan binatang memproduksi sendiri senyawa glutamat untuk kepentingan metabolisme, fungsi otak, dan sebagai sumber tenaga. Untuk berbagai kepentingan tersebut, manusia ibaratnya memiliki lapar berat akan glutamat. Penelitian di Amerika menunjukkan rata-rata orang Amerika se hari mengambil glutamat sekira 11 gram dari bahan alami, 1 gram dari MSG, 30-45 gram dari keju parmesan, dan 50 gram dari produksi tubuh sendiri. Jadi, jika dijumlahkan, maka glutamat yang ada di tubuh hampir 100 gram se hari!

Kerananya, tidaklah mengherankan bila MSG dibubuhkan pada makanan, tubuh menganggapnya sebagai glutamat yang vital bagi metabolisma dan sangat merangsang pencernaan. Hal ini pernah dinyatakan oleh Prof. Bernd Lindmann dari University Homburg yang dalam tulisannya mengatakan, “… bagi manusia memakan protein merupakan keperluan mutlak untuk menjaga fungsi kehidupan, dan manusia dalam evolusinya mengembangkan kepekaan untuk mengenali rasa protein yang amat penting
bagi fungsi kehidupannya, sekaligus menggemarinya” . Dari sini pula kita menjadi tahu mengapa makanan segera (fast food) atau chips kentang yang banyak dibubuh bahan penyedap jauh lebih digemari orang, terutama oleh kanak-kanak.

Apakah MSG berbahaya?
Nah ..mungkin kita berfikir, tak ada masalah jika memakan MSG dalam jumlah besar karana glutamat secara alami sudah ada dalam tubuh. Selain itu, proses pembuatannya pun alami (secara fermentasi) tidak memakai bahan-bahan kimia berbahaya. Tapi, beberapa penelitian menyebutkan MSG dapat menyebabkan timbulnya berbagai masalah kesihatan seperti kegemukan, kerusakan otak, kerusakan sistem syaraf, depresi, sampai kaku. Hal tersebut disebabkan glutamat yang ada dalam makanan segar seperti daging dan beberapa sayuran ada dalam bentuk terikat dengan asam amino lain membentuk protein. Sedangkan glutamat dalam bentuk bebas seperti MSG merupakan senyawa exitotoxin atau beracun.

Yang paling merisaukan adalah pada otak. Mengenai hal itu seorang profesor di Northwestern University Medical School, George E. Shambaugh, Jr., MD menyebutkan, “ketika sel-sel neuron di otak menerima senyawa ini (MSG-red.), mereka menjadi sangat bergairah dan meningkatkan impulsnya sampai pada tingkat kelelahan yang sangat tinggi. Tapi, beberapa jam kemudian neuron-neuron tersebut mati seakan-akan mereka bergairah untuk mati”.

Jika banyak sel neuron yang mati, maka fungsi otak pun akan menurun, yang tentunya sangat merbahaya bagi perkembangan otak, terutama anak-anak. Dalam suatu research, anak-anak yang memakan sup mengandung MSG dan minum dengan Nutrasweet (soft drink) darahnya akan mempunyai tingkat excitotoxin (keracunan) 6 kali lebih besar dari excitotoxin yang menghancurkan hypothalamus neuron pada anak tikus. Jadi, menurut Prof. George E. Shambaugh, makin muda anak, makin besar bahaya yang dapat ditimbulkan MSG pada otak.

MSG juga sering dikait-kaitkan dengan masalah Cancer

Dr. Russell Blaylock seorang doktor ahli bedah otak dalam artikel “Health and Nutrition Secrets” menyebutkan, glutamat bebas dan senyawa excitotoxin lainnya (seperti aspartame dalam soft drink) dapat menghasilkan jumlah radikal bebas yang sangat banyak dalam jaringan tubuh. Jika radikal-radikal bebas ini terus-menerus menggauli DNA, maka gen cancer akan teraktif dan menimbulkan cancer. Walaupun di dalam tubuh sudah terdapat enzim yang berfungsi menangkap dan menetralkan radikal bebas tersebut, tetap saja kemungkinan ini akan lebih mudah terjadi bila gen orang tersebut mudah diserang cancer, sistem kekebalan tubuhnya
rendah, dan pola hidup tidak sehat.

Untuk meningkatkan daya tahan tubuh tersebut, makanan yang dimakan harus seimbang. Dalam hal ini, untuk meredam radikal bebas yang disebabkan MSG, memakan makanan yang banyak mengandung vitamin C, vitamin E, dan co-enzym Q10 dalam lemak akan sangat membantu. Selain itu, untuk memperkuat rasa, boleh digunakan bahan penyedap lain seperti kecap, santan kelapa, dan kuah tradisional lainnya yang kurang lemak.

*** sumber:www.kabarmuslim.com