Facebook Twitter Gplus E-mail RSS
Home Kesehatan Bahaya MSG Terutama Untuk Anak-anak
formats

Bahaya MSG Terutama Untuk Anak-anak

BAHAYA MSG TERUTAMA untuk ANAK-ANAK.

Kenapa hampir semua orang menyukai makanan yang memakai MSG ?
Pasti jawabannya karena MSG membuat enak makanan.. makin gurih… uenak lah POKOKE hehehe. Ok deh mari kita jabarin …MSG adalah garam dari L-asam glutamat (GLU) yang merupakan asam amino pembentuk protein yang sangat penting bagi makhluk hidup. Senyawa ini banyak terdapat secara alami di hampir seluruh tubuh makhluk hidup dan makanan seperti keju, susu, daging, serta beberapa sayuran.

Tubuh manusia dan binatang memproduksi sendiri senyawa glutamat untuk kepentingan metabolisme, fungsi otak, dan sebagai sumber tenaga. Untuk berbagai kepentingan tersebut, manusia ibaratnya memiliki lapar berat akan glutamat. Penelitian di Amerika menunjukkan rata-rata orang Amerika se hari mengambil glutamat sekira 11 gram dari bahan alami, 1 gram dari MSG, 30-45 gram dari keju parmesan, dan 50 gram dari produksi tubuh sendiri. Jadi, jika dijumlahkan, maka glutamat yang ada di tubuh hampir 100 gram se hari!

Kerananya, tidaklah mengherankan bila MSG dibubuhkan pada makanan, tubuh menganggapnya sebagai glutamat yang vital bagi metabolisma dan sangat merangsang pencernaan. Hal ini pernah dinyatakan oleh Prof. Bernd Lindmann dari University Homburg yang dalam tulisannya mengatakan, “… bagi manusia memakan protein merupakan keperluan mutlak untuk menjaga fungsi kehidupan, dan manusia dalam evolusinya mengembangkan kepekaan untuk mengenali rasa protein yang amat penting
bagi fungsi kehidupannya, sekaligus menggemarinya” . Dari sini pula kita menjadi tahu mengapa makanan segera (fast food) atau chips kentang yang banyak dibubuh bahan penyedap jauh lebih digemari orang, terutama oleh kanak-kanak.

Apakah MSG berbahaya?
Nah ..mungkin kita berfikir, tak ada masalah jika memakan MSG dalam jumlah besar karana glutamat secara alami sudah ada dalam tubuh. Selain itu, proses pembuatannya pun alami (secara fermentasi) tidak memakai bahan-bahan kimia berbahaya. Tapi, beberapa penelitian menyebutkan MSG dapat menyebabkan timbulnya berbagai masalah kesihatan seperti kegemukan, kerusakan otak, kerusakan sistem syaraf, depresi, sampai kaku. Hal tersebut disebabkan glutamat yang ada dalam makanan segar seperti daging dan beberapa sayuran ada dalam bentuk terikat dengan asam amino lain membentuk protein. Sedangkan glutamat dalam bentuk bebas seperti MSG merupakan senyawa exitotoxin atau beracun.

Yang paling merisaukan adalah pada otak. Mengenai hal itu seorang profesor di Northwestern University Medical School, George E. Shambaugh, Jr., MD menyebutkan, “ketika sel-sel neuron di otak menerima senyawa ini (MSG-red.), mereka menjadi sangat bergairah dan meningkatkan impulsnya sampai pada tingkat kelelahan yang sangat tinggi. Tapi, beberapa jam kemudian neuron-neuron tersebut mati seakan-akan mereka bergairah untuk mati”.

Jika banyak sel neuron yang mati, maka fungsi otak pun akan menurun, yang tentunya sangat merbahaya bagi perkembangan otak, terutama anak-anak. Dalam suatu research, anak-anak yang memakan sup mengandung MSG dan minum dengan Nutrasweet (soft drink) darahnya akan mempunyai tingkat excitotoxin (keracunan) 6 kali lebih besar dari excitotoxin yang menghancurkan hypothalamus neuron pada anak tikus. Jadi, menurut Prof. George E. Shambaugh, makin muda anak, makin besar bahaya yang dapat ditimbulkan MSG pada otak.

MSG juga sering dikait-kaitkan dengan masalah Cancer

Dr. Russell Blaylock seorang doktor ahli bedah otak dalam artikel “Health and Nutrition Secrets” menyebutkan, glutamat bebas dan senyawa excitotoxin lainnya (seperti aspartame dalam soft drink) dapat menghasilkan jumlah radikal bebas yang sangat banyak dalam jaringan tubuh. Jika radikal-radikal bebas ini terus-menerus menggauli DNA, maka gen cancer akan teraktif dan menimbulkan cancer. Walaupun di dalam tubuh sudah terdapat enzim yang berfungsi menangkap dan menetralkan radikal bebas tersebut, tetap saja kemungkinan ini akan lebih mudah terjadi bila gen orang tersebut mudah diserang cancer, sistem kekebalan tubuhnya
rendah, dan pola hidup tidak sehat.

Untuk meningkatkan daya tahan tubuh tersebut, makanan yang dimakan harus seimbang. Dalam hal ini, untuk meredam radikal bebas yang disebabkan MSG, memakan makanan yang banyak mengandung vitamin C, vitamin E, dan co-enzym Q10 dalam lemak akan sangat membantu. Selain itu, untuk memperkuat rasa, boleh digunakan bahan penyedap lain seperti kecap, santan kelapa, dan kuah tradisional lainnya yang kurang lemak.

*** sumber:www.kabarmuslim.com